Jumat, 28 November 2014
MANA MBÈR YANG MENURUT KALIAN PALING SEREM??
1. Malam ini aku shift malam sendirian. Kulihat di monitor keamanan seraut wajah di dalam gudang menatap ke arah kamera CCTV.
(hctet)
2. Kau tiba di rumah, kecapekan setelah seharian bekerja dan bersiap untuk beristirahat. Kau meraih sakelar lampu, namun sebuah tangan dingin tersentuh olehmu.
(madamimadamimadam)
3. Putriku tak mau berhenti menangis dan menjerit di tengah malam. Akupun mendatangi kuburannya dan memintanya untuk diam, tapi itu sia sia saja.
(skuppy)
4. Hari ke 312. Sambungan Internet masih terputus.
(fluffyponyza)
5. Kau hampir terlelap tidur dengan nyaman ketika kau mendengar seseorang membisikkan namamu. Padahal kau tinggal sendirian. (anonymous_abc)
6. Kau berbaring dengan kakimu menggantung di samping ranjang. Tiba tiba sebuah tangan menarik kakimu.
(HesusMendez)
7. Tadi malam istriku membangunkanku karena ada seorang penyusup menerobos rumah. Padahal istriku sudah meninggal 2 tahun yang lalu setelah di serang oleh seorang penyusup.
(The_D_String)
8. Manusia terakhir di bumi duduk sendirian di sebuah ruangan. Tiba tiba terdengar ketukan di pintu.
(Scry67)
9. Catatan Perawat : bayi terlahir, beratnya 3,5 kg 10 ons, panjang 18 inci, 32 baris gigi rata. Tidak pernah menangis, dan selalu menyeringai lebar.
(ichokedcherytunt)
10. "Aku ngga bisa bobok." bisiknya, merayap ke pembaringan di sampingku. Aku terbangun, kedinginan,sambil mencengkeram gaun yang dipakainya saat dia dimakamkan.
(VaultKid321)
11. Aku selalu mengira kucingku mengalami gangguan penglihatan, pandangannya selalu terpaku menghadap ke wajahku. Hingga suatu hari, aku menyadari bahwa yang selalu di pandangnya adalah sesuatu di belakangku.
(hangkubrian)
12. Menjadi seseorang yang pertama kali menyaksikan kecelakaan mobil adalah hal yang paling membuatku trauma sebagai seorang polisi. Namun hari ini, ketika seorang bocah laki laki tak bernyawa yang tubuhnya tergencet di kursi mobilnya tiba tiba membelalak dan terkekeh di hadapanku saat aku sedang berusaha mengeluarkannya dari ringsekan mobil, aku segera tahu kalau hari itu adalah hari terakhirku sebagai polisi.
(scabbycakes)
13. Setelah bekerja seharian penuh aku pulang untuk mendapati pacarku sedang menimang bayinya. Aku tak tahu mana yang lebih menakutkan, menyaksikan mayat pacarku dengan bayi prematur di pangkuannya, atau bahwa ada seseorang yang membobol apartemenku dan menempatkan mereka di sana.
(cobaltcollapse)
Pengasuh Bayi dan Seseorang di Lantai Atas.Sepasang suami istri akan pergi keluar pada
malam hari dan mereka memanggil seorang pengasuh bayi yang masih remaja
untuk menjaga tiga orang anak mereka.
Ketika pengasuh bayi itu datang (seorang gadis remaja), mereka
memberitahu kalau mereka akan pulang larut malam, saat itu anak-anak
mungkin sudah tidur jadi pengasuh itu tidak perlu membangunkan anak-anak
lagi.
Pengasuh tersebut mengerjakan tugas rumahnya sambil menunggu telelpon dari pacarnya. Setelah beberapa saat telepon berdering. Dia menjawabnya, tapi tidak terdengar suara apapun dari ujung telepon sana, Hanya keheningan. Namun siapapun yang ada disana, dia yang menelpon. Karena jengkel telepon itu ditutup. Namun beberapa saat kemudian telepon itu berdering kembali. Dia menjawab dan kali ini ada seorang pria yang berkata dengan suara menakutkan.
"Sudahkah kau memeriksa anak-anak?"
*trk... (telpon ditutup dari sana)
Awalnya dia pikir mungkin itu ayah dari anak-anak tersebut yang menelpon untuk memeriksa namun sambungannya terputus, jadi gadis pengasuh ini mengabaikan telepon tadi. Dia kembali mengerjakan tugasnya, kemudian telepon berbunyi lagi.
"Sudahkah kau memeriksa anak - anak?" kata suara mengerikan di telepon tadi.
"Pak Murphy?" gadis itu bertanya, namun sambungan kembali terputus.
Dia memutuskan untuk menelepon restoran dimana orang tua anak-anak itu pergi makan malam, namun ketika dia bertanya tentang Pak Murphy dia diberitahu kalau mereka sudah pergi sejak 45 menit yang lalu. Maka dia menelepon polisi dan melaporkan orang aneh yang menelponnya dan langsung menutup telepon.
"Apakah dia mengancam anda?" Petugas kepolisian bertanya.
"Tidak..." gadis itu menjawab.
"Baiklah, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk hal ini. Kau bisamelaporkan pengusil telepon ini ke perusahaan telepon."
Beberapa menit berlalu dan telepon berbunyi lagi.
"Kenapa kau tidak memeriksa anak-anak?" kata suara itu.
"Siapa ini?" gadis itu bertanya, tapi sambungannya kembali terputus. Dia menelpon polisi lagi dan berkata, "Aku takut, aku tahu dia ada diluar sana, dia mengawasiku."
"Apakah kau melihatnya?" petugas itu berkata. Gadis itu menjawab tidak. "Tak ada yang bisa kami lakukan mengenai ini" kata petugas itu. Pengasuh bayi itu panik dan memohon agar ada seseorang yang bisa menolongnya. "Tenang... tenang... semua akan baik-baik saja" kata petugas itu. "Berikan aku alamat rumahnya, dan jika kau bisa membuat orang ini mengangkat teleponnya untuk beberapa menit, kami akan mencoba untuk melacak telepon itu, coba ulangi siapa namamu?"
"Linda"
"Oke Linda, jika dia kembali menelepon kami akan melacaknya sebisa mungkin, namun kau harus tetap tenang. Bisa?"
"Ya" Linda menjawab dan menutup teleponnya. Dia memutuskan untuk mematikan semua lampu agar dia bisa mengetahui kalau ada seseorang diluar, dan saat itu juga dia ditelepon lagi.
"Ini aku," suara yang sama terdengar.
"Kenapa kau mematikan semua lampu?"
"Kau bisa melihatku?" Gadis itu bertanya, dengan rasa panik luar biasa.
Setelah beberapa jeda panjang orang ditelepon itu berkata,
"... Ya"
"Dengar, kau telah menakutiku, aku benar-benar sangat ketakutan. Apakah kau puas? itukah yang kau inginkan?"
"Tidak."
"Lalu apa yang kau inginkan
Jeda panjang lagi.....
DARAHMU! DISELURUH TUBUHKU!!"
Linda membanting gagang teleponnya karena sangat ketakutan. Seketika telepon berbunyi lagi. Linda mengangkat telepon itu dan berteriak "Tinggalkan aku sendiri!!", tapi ternyata petugas polisi itu yang menelpon. Suara polisi itu terdengar gugup.
"Linda, kami berhasil melacaknya. Panggilan itu berasal dari rumahmu. Cepat pergi dari sana! Sekarang !!"
Linda berlari ke pintu depan, mencoba untuk membuka pintu dan berlari sekencang-kencangnya keluar dengan berusaha melepas rantai yang mengunci pintunya. Saat dia berhasil membuka rantai itu, dia melihat pintu atas didepan tangga terbuka. Cahaya keluar dari kamar anak-anak, terlihat bayangan seorang pria sedang berdiri didalam kamar itu.
Akhirnya Linda berhasil lari keluar, dan bertemu dengan polisi yang sudah ada didepan pintu rumah dengan senjata yang sudah siap. Gadis itu berhasil selamat, namun ketika polisi menangkap penyusup itu dan menyeretnya keluar rumah dengan tangan diborgol, Linda melihat pria itu sudah berlumuran darah. Ternyata, tiga orang anak-anak diatas tadi telah dibunuh oleh penjahat itu.
Read More ->>
Pengasuh tersebut mengerjakan tugas rumahnya sambil menunggu telelpon dari pacarnya. Setelah beberapa saat telepon berdering. Dia menjawabnya, tapi tidak terdengar suara apapun dari ujung telepon sana, Hanya keheningan. Namun siapapun yang ada disana, dia yang menelpon. Karena jengkel telepon itu ditutup. Namun beberapa saat kemudian telepon itu berdering kembali. Dia menjawab dan kali ini ada seorang pria yang berkata dengan suara menakutkan.
"Sudahkah kau memeriksa anak-anak?"
*trk... (telpon ditutup dari sana)
Awalnya dia pikir mungkin itu ayah dari anak-anak tersebut yang menelpon untuk memeriksa namun sambungannya terputus, jadi gadis pengasuh ini mengabaikan telepon tadi. Dia kembali mengerjakan tugasnya, kemudian telepon berbunyi lagi.
"Sudahkah kau memeriksa anak - anak?" kata suara mengerikan di telepon tadi.
"Pak Murphy?" gadis itu bertanya, namun sambungan kembali terputus.
Dia memutuskan untuk menelepon restoran dimana orang tua anak-anak itu pergi makan malam, namun ketika dia bertanya tentang Pak Murphy dia diberitahu kalau mereka sudah pergi sejak 45 menit yang lalu. Maka dia menelepon polisi dan melaporkan orang aneh yang menelponnya dan langsung menutup telepon.
"Apakah dia mengancam anda?" Petugas kepolisian bertanya.
"Tidak..." gadis itu menjawab.
"Baiklah, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk hal ini. Kau bisamelaporkan pengusil telepon ini ke perusahaan telepon."
Beberapa menit berlalu dan telepon berbunyi lagi.
"Kenapa kau tidak memeriksa anak-anak?" kata suara itu.
"Siapa ini?" gadis itu bertanya, tapi sambungannya kembali terputus. Dia menelpon polisi lagi dan berkata, "Aku takut, aku tahu dia ada diluar sana, dia mengawasiku."
"Apakah kau melihatnya?" petugas itu berkata. Gadis itu menjawab tidak. "Tak ada yang bisa kami lakukan mengenai ini" kata petugas itu. Pengasuh bayi itu panik dan memohon agar ada seseorang yang bisa menolongnya. "Tenang... tenang... semua akan baik-baik saja" kata petugas itu. "Berikan aku alamat rumahnya, dan jika kau bisa membuat orang ini mengangkat teleponnya untuk beberapa menit, kami akan mencoba untuk melacak telepon itu, coba ulangi siapa namamu?"
"Linda"
"Oke Linda, jika dia kembali menelepon kami akan melacaknya sebisa mungkin, namun kau harus tetap tenang. Bisa?"
"Ya" Linda menjawab dan menutup teleponnya. Dia memutuskan untuk mematikan semua lampu agar dia bisa mengetahui kalau ada seseorang diluar, dan saat itu juga dia ditelepon lagi.
"Ini aku," suara yang sama terdengar.
"Kenapa kau mematikan semua lampu?"
"Kau bisa melihatku?" Gadis itu bertanya, dengan rasa panik luar biasa.
Setelah beberapa jeda panjang orang ditelepon itu berkata,
"... Ya"
"Dengar, kau telah menakutiku, aku benar-benar sangat ketakutan. Apakah kau puas? itukah yang kau inginkan?"
"Tidak."
"Lalu apa yang kau inginkan
Jeda panjang lagi.....
DARAHMU! DISELURUH TUBUHKU!!"
Linda membanting gagang teleponnya karena sangat ketakutan. Seketika telepon berbunyi lagi. Linda mengangkat telepon itu dan berteriak "Tinggalkan aku sendiri!!", tapi ternyata petugas polisi itu yang menelpon. Suara polisi itu terdengar gugup.
"Linda, kami berhasil melacaknya. Panggilan itu berasal dari rumahmu. Cepat pergi dari sana! Sekarang !!"
Linda berlari ke pintu depan, mencoba untuk membuka pintu dan berlari sekencang-kencangnya keluar dengan berusaha melepas rantai yang mengunci pintunya. Saat dia berhasil membuka rantai itu, dia melihat pintu atas didepan tangga terbuka. Cahaya keluar dari kamar anak-anak, terlihat bayangan seorang pria sedang berdiri didalam kamar itu.
Akhirnya Linda berhasil lari keluar, dan bertemu dengan polisi yang sudah ada didepan pintu rumah dengan senjata yang sudah siap. Gadis itu berhasil selamat, namun ketika polisi menangkap penyusup itu dan menyeretnya keluar rumah dengan tangan diborgol, Linda melihat pria itu sudah berlumuran darah. Ternyata, tiga orang anak-anak diatas tadi telah dibunuh oleh penjahat itu.
clown statue
THE CLOWN STATUE
Seorang remaja perempuan, sedang mengasuh bayi untuk sebuah keluarga di California, Newport Beach. Keluarga itu sangat kaya dan punya rumah sangat besar, kau tau lah, seperti kamar yang banyak sekali. Kemudian, kedua orang tua itu pergi untuk makan malam/ menonton bioskop. Sang ayah ngomong ke pengasuh bayi, kalo anaknya udah tidur, kamu harus pergi ke suatu kamar (sebenarnya sang ayah nggak mau pengasuh ini mondar mandir di rumahnya) dan liat tv didalam. Setelah anak anak sudah bobok, dia pergi kekamar yang dimaksud, dan mencoba untuk menonton tv, tapi dia terganggu oleh patung badut di pojokan kamar. Dia mencoba untuk tidak menghiraukannya tapi akhirnya dia tidak tahan karena tatapan “badut” itu sangat menakutkan. Pengasuh bayi itu kemudian menelepon sang ayah, “pak, anak anak sudah tidur, tapi bisakah aku pindah kamar? Patung badut itu sungguh menakutkan.” Sang ayah langsung menjawab “ambil anak anak, pergilah ke rumah sebelah, dan telepon polisi”. “apa yang terjadi?” sahut sang pengasuh bayi. “Kita tidak PUNYA PATUNG BADUT” ujar sang ayah
Read More ->>
Seorang remaja perempuan, sedang mengasuh bayi untuk sebuah keluarga di California, Newport Beach. Keluarga itu sangat kaya dan punya rumah sangat besar, kau tau lah, seperti kamar yang banyak sekali. Kemudian, kedua orang tua itu pergi untuk makan malam/ menonton bioskop. Sang ayah ngomong ke pengasuh bayi, kalo anaknya udah tidur, kamu harus pergi ke suatu kamar (sebenarnya sang ayah nggak mau pengasuh ini mondar mandir di rumahnya) dan liat tv didalam. Setelah anak anak sudah bobok, dia pergi kekamar yang dimaksud, dan mencoba untuk menonton tv, tapi dia terganggu oleh patung badut di pojokan kamar. Dia mencoba untuk tidak menghiraukannya tapi akhirnya dia tidak tahan karena tatapan “badut” itu sangat menakutkan. Pengasuh bayi itu kemudian menelepon sang ayah, “pak, anak anak sudah tidur, tapi bisakah aku pindah kamar? Patung badut itu sungguh menakutkan.” Sang ayah langsung menjawab “ambil anak anak, pergilah ke rumah sebelah, dan telepon polisi”. “apa yang terjadi?” sahut sang pengasuh bayi. “Kita tidak PUNYA PATUNG BADUT” ujar sang ayah
Langganan:
Postingan (Atom)
Mengenai Saya
Diberdayakan oleh Blogger.

