Pengasuh Bayi dan Seseorang di Lantai Atas.Sepasang suami istri akan pergi keluar pada
malam hari dan mereka memanggil seorang pengasuh bayi yang masih remaja
untuk menjaga tiga orang anak mereka.
Ketika pengasuh bayi itu datang (seorang gadis remaja), mereka
memberitahu kalau mereka akan pulang larut malam, saat itu anak-anak
mungkin sudah tidur jadi pengasuh itu tidak perlu membangunkan anak-anak
lagi.
Pengasuh tersebut mengerjakan tugas rumahnya sambil
menunggu telelpon dari pacarnya. Setelah beberapa saat telepon
berdering. Dia menjawabnya, tapi tidak terdengar suara apapun dari ujung
telepon sana, Hanya keheningan. Namun siapapun yang ada disana, dia
yang menelpon. Karena jengkel telepon itu ditutup. Namun beberapa saat
kemudian telepon itu berdering kembali. Dia menjawab dan kali ini ada
seorang pria yang berkata dengan suara menakutkan.
"Sudahkah kau memeriksa anak-anak?"
*trk... (telpon ditutup dari sana)
Awalnya dia pikir mungkin itu ayah dari anak-anak tersebut yang
menelpon untuk memeriksa namun sambungannya terputus, jadi gadis
pengasuh ini mengabaikan telepon tadi. Dia kembali mengerjakan tugasnya,
kemudian telepon berbunyi lagi.
"Sudahkah kau memeriksa anak - anak?" kata suara mengerikan di telepon tadi.
"Pak Murphy?" gadis itu bertanya, namun sambungan kembali terputus.
Dia memutuskan untuk menelepon restoran dimana orang tua anak-anak itu
pergi makan malam, namun ketika dia bertanya tentang Pak Murphy dia
diberitahu kalau mereka sudah pergi sejak 45 menit yang lalu. Maka dia
menelepon polisi dan melaporkan orang aneh yang menelponnya dan langsung
menutup telepon.
"Apakah dia mengancam anda?" Petugas kepolisian bertanya.
"Tidak..." gadis itu menjawab.
"Baiklah, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk hal ini. Kau bisamelaporkan pengusil telepon ini ke perusahaan telepon."
Beberapa menit berlalu dan telepon berbunyi lagi.
"Kenapa kau tidak memeriksa anak-anak?" kata suara itu.
"Siapa ini?" gadis itu bertanya, tapi sambungannya kembali terputus.
Dia menelpon polisi lagi dan berkata, "Aku takut, aku tahu dia ada
diluar sana, dia mengawasiku."
"Apakah kau melihatnya?" petugas
itu berkata. Gadis itu menjawab tidak. "Tak ada yang bisa kami lakukan
mengenai ini" kata petugas itu. Pengasuh bayi itu panik dan memohon agar
ada seseorang yang bisa menolongnya. "Tenang... tenang... semua akan
baik-baik saja" kata petugas itu. "Berikan aku alamat rumahnya, dan jika
kau bisa membuat orang ini mengangkat teleponnya untuk beberapa menit,
kami akan mencoba untuk melacak telepon itu, coba ulangi siapa namamu?"
"Linda"
"Oke Linda, jika dia kembali menelepon kami akan melacaknya sebisa mungkin, namun kau harus tetap tenang. Bisa?"
"Ya" Linda menjawab dan menutup teleponnya. Dia memutuskan untuk
mematikan semua lampu agar dia bisa mengetahui kalau ada seseorang
diluar, dan saat itu juga dia ditelepon lagi.
"Ini aku," suara yang sama terdengar.
"Kenapa kau mematikan semua lampu?"
"Kau bisa melihatku?" Gadis itu bertanya, dengan rasa panik luar biasa.
Setelah beberapa jeda panjang orang ditelepon itu berkata,
"... Ya"
"Dengar, kau telah menakutiku, aku benar-benar sangat ketakutan. Apakah kau puas? itukah yang kau inginkan?"
"Tidak."
"Lalu apa yang kau inginkan
Jeda panjang lagi.....
DARAHMU! DISELURUH TUBUHKU!!"
Linda membanting gagang teleponnya karena sangat ketakutan. Seketika
telepon berbunyi lagi. Linda mengangkat telepon itu dan berteriak
"Tinggalkan aku sendiri!!", tapi ternyata petugas polisi itu yang
menelpon. Suara polisi itu terdengar gugup.
"Linda, kami berhasil melacaknya. Panggilan itu berasal dari rumahmu. Cepat pergi dari sana! Sekarang !!"
Linda berlari ke pintu depan, mencoba untuk membuka pintu dan berlari
sekencang-kencangnya keluar dengan berusaha melepas rantai yang mengunci
pintunya. Saat dia berhasil membuka rantai itu, dia melihat pintu atas
didepan tangga terbuka. Cahaya keluar dari kamar anak-anak, terlihat
bayangan seorang pria sedang berdiri didalam kamar itu.
Akhirnya Linda berhasil lari keluar, dan bertemu dengan polisi yang
sudah ada didepan pintu rumah dengan senjata yang sudah siap. Gadis itu
berhasil selamat, namun ketika polisi menangkap penyusup itu dan
menyeretnya keluar rumah dengan tangan diborgol, Linda melihat pria itu
sudah berlumuran darah. Ternyata, tiga orang anak-anak diatas tadi telah
dibunuh oleh penjahat itu.
0 komentar:
Posting Komentar