Jumat, 28 November 2014

      Pengasuh Bayi dan Seseorang di Lantai Atas.Sepasang suami istri akan pergi keluar pada malam hari dan mereka memanggil seorang pengasuh bayi yang masih remaja untuk menjaga tiga orang anak mereka. Ketika pengasuh bayi itu datang (seorang gadis remaja), mereka memberitahu kalau mereka akan pulang larut malam, saat itu anak-anak mungkin sudah tidur jadi pengasuh itu tidak perlu membangunkan anak-anak lagi.

Pengasuh tersebut mengerjakan tugas rumahnya sambil menunggu telelpon dari pacarnya. Setelah beberapa saat telepon berdering. Dia menjawabnya, tapi tidak terdengar suara apapun dari ujung telepon sana, Hanya keheningan. Namun siapapun yang ada disana, dia yang menelpon. Karena jengkel telepon itu ditutup. Namun beberapa saat kemudian telepon itu berdering kembali. Dia menjawab dan kali ini ada seorang pria yang berkata dengan suara menakutkan.

"Sudahkah kau memeriksa anak-anak?"

*trk... (telpon ditutup dari sana)

Awalnya dia pikir mungkin itu ayah dari anak-anak tersebut yang menelpon untuk memeriksa namun sambungannya terputus, jadi gadis pengasuh ini mengabaikan telepon tadi. Dia kembali mengerjakan tugasnya, kemudian telepon berbunyi lagi.

"Sudahkah kau memeriksa anak - anak?" kata suara mengerikan di telepon tadi.

"Pak Murphy?" gadis itu bertanya, namun sambungan kembali terputus.

Dia memutuskan untuk menelepon restoran dimana orang tua anak-anak itu pergi makan malam, namun ketika dia bertanya tentang Pak Murphy dia diberitahu kalau mereka sudah pergi sejak 45 menit yang lalu. Maka dia menelepon polisi dan melaporkan orang aneh yang menelponnya dan langsung menutup telepon.

"Apakah dia mengancam anda?" Petugas kepolisian bertanya.

"Tidak..." gadis itu menjawab.

"Baiklah, tidak banyak yang bisa kami lakukan untuk hal ini. Kau bisa
melaporkan pengusil telepon ini ke perusahaan telepon."

Beberapa menit berlalu dan telepon berbunyi lagi.

"Kenapa kau tidak memeriksa anak-anak?" kata suara itu.

"Siapa ini?" gadis itu bertanya, tapi sambungannya kembali terputus. Dia menelpon polisi lagi dan berkata, "Aku takut, aku tahu dia ada diluar sana, dia mengawasiku."

"Apakah kau melihatnya?" petugas itu berkata. Gadis itu menjawab tidak. "Tak ada yang bisa kami lakukan mengenai ini" kata petugas itu. Pengasuh bayi itu panik dan memohon agar ada seseorang yang bisa menolongnya. "Tenang... tenang... semua akan baik-baik saja" kata petugas itu. "Berikan aku alamat rumahnya, dan jika kau bisa membuat orang ini mengangkat teleponnya untuk beberapa menit, kami akan mencoba untuk melacak telepon itu, coba ulangi siapa namamu?"

"Linda"

"Oke Linda, jika dia kembali menelepon kami akan melacaknya sebisa mungkin, namun kau harus tetap tenang. Bisa?"

"Ya" Linda menjawab dan menutup teleponnya. Dia memutuskan untuk mematikan semua lampu agar dia bisa mengetahui kalau ada seseorang diluar, dan saat itu juga dia ditelepon lagi.

"Ini aku," suara yang sama terdengar.

"Kenapa kau mematikan semua lampu?"

"Kau bisa melihatku?" Gadis itu bertanya, dengan rasa panik luar biasa.

Setelah beberapa jeda panjang orang ditelepon itu berkata,
"... Ya"


"Dengar, kau telah menakutiku, aku benar-benar sangat ketakutan. Apakah kau puas? itukah yang kau inginkan?"

"Tidak."

"Lalu apa yang kau inginkan

Jeda panjang lagi.....

DARAHMU! DISELURUH TUBUHKU!!"


Linda membanting gagang teleponnya karena sangat ketakutan. Seketika telepon berbunyi lagi. Linda mengangkat telepon itu dan berteriak "Tinggalkan aku sendiri!!", tapi ternyata petugas polisi itu yang menelpon. Suara polisi itu terdengar gugup.

"Linda, kami berhasil melacaknya. Panggilan itu berasal dari rumahmu. Cepat pergi dari sana! Sekarang !!"

Linda berlari ke pintu depan, mencoba untuk membuka pintu dan berlari sekencang-kencangnya keluar dengan berusaha melepas rantai yang mengunci pintunya. Saat dia berhasil membuka rantai itu, dia melihat pintu atas didepan tangga terbuka. Cahaya keluar dari kamar anak-anak, terlihat bayangan seorang pria sedang berdiri didalam kamar itu.

Akhirnya Linda berhasil lari keluar, dan bertemu dengan polisi yang sudah ada didepan pintu rumah dengan senjata yang sudah siap. Gadis itu berhasil selamat, namun ketika polisi menangkap penyusup itu dan menyeretnya keluar rumah dengan tangan diborgol, Linda melihat pria itu sudah berlumuran darah. Ternyata, tiga orang anak-anak diatas tadi telah dibunuh oleh penjahat itu.

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.